Esports Masuk Kurikulum Sekolah, Inilah Tantangan Tim JD.ID HSL

0
192
esports masuk kurikulum sekolah
esports masuk kurikulum sekolah

Bagaimana pendapat Anda jika esports masuk kurikulum sekolah? Gagasan ini muncul, ketika ada liga esports antar sekolah menengah atas (sederajat) se-Indonesia.

Liga ini juga dikenal dengan ID. ID High School League (JD.ID HSL).

Bahkan, liga ini sudah memasuki musim kompetisi kedua pada tahun 2019.

Tim HSL juga berkomitmen pada musim ini untuk membangun prestasi dunia esports Indonesia masa depan di dunia pendidikan dan melibatkan siswa, guru, dan orang tua murid.

Tanggapan positif pun diberikan dunia pendidikan Tanah Air.

Hal ini membuat tim HSL semakin tertantang untuk memasukkan esports ke dalam kurikulum sekolah.

Musim Kedua JD.ID HSL 2019

Sudah banyak orang yang menunggu berlangsung liga atau turnamen JD.ID HSL 2019.

Keberhasilan musim pertama turnamen ini membuat harapan yang lebih terhadap keberhasilan musim kedua ini.

Pasalnya, pada musim kedua turnamen JD.ID HSL 2019 ini, sudah ada 16 tim esport yang berhasil lolos dari kualifikasi sebelumnya. Tim itulah yang menjadi penghuni seri A.

Setelah 16 tim esport yang lolos kualifikasi, berikutnya ada 124 tim yang mengikuti kualifikasi kompetisi DOTA 2 musim ini. Selain itu, masih ada 158 tim yang mengikuti kompetisi eksibisi PUBG Mobile. Banyaknya tim yang mengikuti kualifikasi ini menunjukkan tingginya minat pelajar untuk ikut berpartisipasi di liga esports.

Tim yang sudah lolos kualifikasi berasal dari 71 kota di seluruh Indonesia. Diketahui bahwa tim yang paling jauh adalah tim esports SMA Mandala Triloka Papua. Minat besar dari dunia pendidikan semakin menguatkan keinginan tim HSL, agar esports masuk kurikulum sekolah, sudah tak sabar, bukan?

Konsistensi Prestasi Tim Sekolah

Berdasarkan tim sebelumnya, mempertahankan konsistensi prestasi menjadi salah satu tantangan paling berat bagi sebagian besar tim esports SMA/ SMK. Diharapkan, prestasi konsisten yang dapat diraih SMA Mardudirini Bekasi bisa menjadi inspirasi dan studi kasus menarik bagi tim esport yang lain.

Pada musim kedua ini, SMA Marsudirini Bekasi berhasil membuktikan diri sebagai unggulan utama untuk kategori DOTA 2. Mereka juga harus bersiap untuk menerima tantangan dari tim esports tangguh penghuni seri A lain dan 4 tim baru yang telah lolos kualifikasi DOTA 2 yang diikuti 124 tim. Banyaknya tim sekolah yang berperan membuat gagasan esports masuk kurikulum sekolah makin kuat.

Terdapat peraturan unik JD.ID HSL yang masih dipertahankan, yaitu tata cara pendaftaran dan pertandingan. Tim peserta harus mendapatkan persetujuan resmi dari pihak sekolah sebelum mengikuti ajang ini. Bahkan, mereka juga wajib didampingi guru pembina ketika masuk babak kualifikasi hingga final.

Uang Hadiah Turnamen

Dalam mengikuti turnamen, bukan penghargaan atau pengakuan saja yang ingin didapatkan, tapi hadiahnya. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen JD.ID HSL 2019 musim kedua ini adalah Rp 410.000.000. Hadiah diberikan dalam bentuk beasiswa dan akan disalurkan ke tim esports sekolah yang menjadi pemenang.

Hadiah yang cukup besar untuk ajang seperti ini. Jadi, siapa yang tidak ingin mendapatkannya? Meskipun itu, dari lingkungan sekolah juga. Pihak penyelenggara dan esports berharap jika hadiah ini bisa digunakan untuk keperluan memajukan esports di lingkungannya. Dengan demikian, tantangan untuk memasukkan esports ke dalam kurikulum sekolah akan lebih mudah.

Itulah tadi informasi mengenai turnamen JD.ID HSL 2019 musim kedua yang akan segera diselenggarakan. Melalui turnamen ini, diharapkan dunia esports di lingkungan sekolah makin diakui dan mendapatkan respon positif dari pihak sekolah, baik guru, murid dan orang tua murid. Dengan demikian, rencana esports masuk kurikulum sekolah mungkin akan segera terwujud.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here